Rabu, 25 November 2015

Kenakalan Remaja

Kenakalan remaja adalah semua perilaku yang menyimpang dari norma-norma hukum dalam masyarakat yang dilakukan pada usia remaja.
  • Kartono, ilmuwan sosiologi “Kenakalan remaja atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah juvenile delinquency merupakan gejala patologis sosial pada remaja yang disebabkan oleh satu bentuk pengabaian sosial. Akibatnya, mereka mengembangkan bentuk perilaku yang menyimpang”.
  • Santrock “Kenakalan remaja merupakan kumpulan dari berbagai perilaku remaja yang tidak dapat diterima secara sosial hingga terjadi tindakan kriminal.”
Penyebab kenakalan remaja
Faktor internal:
  1. Krisis identitas: Perubahan biologis dan sosiologis pada diri remaja memungkinkan terjadinya dua bentuk integrasi. Pertama, terbentuknya perasaan akan konsistensi dalam kehidupannya. Kedua, tercapainya identitas peran. Kenakalan ramaja terjadi karena remaja gagal mencapai masa integrasi kedua.
  2. Kontrol diri yang lemah: Remaja yang tidak bisa mempelajari dan membedakan tingkah laku yang dapat diterima dengan yang tidak dapat diterima akan terseret pada perilaku ‘nakal’. Begitupun bagi mereka yang telah mengetahui perbedaan dua tingkah laku tersebut, namun tidak bisa mengembangkan kontrol diri untuk bertingkah laku sesuai dengan pengetahuannya.
Faktor eksternal:
  1. Keluarga dan Perceraian orangtua, tidak adanya komunikasi antar anggota keluarga, atau perselisihan antar anggota keluarga bisa memicu perilaku negatif pada remaja. Pendidikan yang salah di keluarga pun, seperti terlalu memanjakan anak, tidak memberikan pendidikan agama, atau penolakan terhadap eksistensi anak, bisa menjadi penyebab terjadinya kenakalan remaja.
  2. Teman sebaya yang kurang baik
  3. Komunitas/lingkungan tempat tinggal yang kurang baik. 
Cara mengatasi kenakalan remaja  
  1. Kegagalan mencapai identitas peran dan lemahnya kontrol diri bisa dicegah atau diatasi dengan prinsip keteladanan. Remaja harus bisa mendapatkan sebanyak mungkin figur orang-orang dewasa yang telah melampaui masa remajanya dengan baik juga mereka yang berhasil memperbaiki diri setelah sebelumnya gagal pada tahap ini.
  2. Adanya motivasi dari keluarga, guru, teman sebaya untuk melakukan point pertama.
  3. Kemauan orangtua untuk membenahi kondisi keluarga sehingga tercipta keluarga yang harmonis, komunikatif, dan nyaman bagi remaja.
  4. Remaja pandai memilih teman dan lingkungan yang baik serta orangtua memberi arahan dengan siapa dan di komunitas mana remaja harus bergaul.
  5. Remaja membentuk ketahanan diri agar tidak mudah terpengaruh jika ternyata teman sebaya atau komunitas yang ada tidak sesuai dengan harapan. 
Sumber : Wikipedia
Jenis-Jenis Kenakalan Remaja :
  • Penyalahgunaan narkoba
  • Seks bebas
  • Tawuran antar pelajar
Sekian pembahasan tentang kenakalan remaja, semoga bermanfaat!





Cara Belajar yang Efektif

Pelajar sering bosan ketika belajar, terkadang mereka tidak paham inti dari materi pembelajaran itu sendiri. Bagaimana negara kita bisa maju jika para pelajarnya saja susah belajar? Hanya sebagian orang yang mengerti mengapa para pelajar susah belajar, itu karena cara belajar di sekolah mereka merasa dipaksa untuk cepat mengerti. Jadi, para pelajar memang membutuhkan cara belajar yang efektif. Nah.. berikut inilah tipsnya!
Tips belajar efektif :

  1. Berdoa sebelum dan sesudah belajar. Berdoa sudah di yakini akan memberikan ketenangan di setiap kegiatan kita. Berdoa sebelum belajar harus mulai dibiasakan karena pentingnya ketenangan saat belajar.
  2. Tentukan target hidup yang ingin dicapai dari hasil belajar. Seperti nilai ujian tertinggi, lulus dengan prestasi. Tujuan adanya target adalah untuk memotivasi agar selalu semangat belajar.
  3. Buat jadwal belajar dan taatilah. Tentukan waktu yang singkat tapi rutin, karena itu lebih baik dari sistem kebut semalam.
  4. Kondisikan tempatmu belajar bersih, nyaman. Sehingga tidak membuat kamu cepat bosan dan belajar tergesa-gesa.
  5. Fokus saat belajar. Misalnya, jangan memikirkan hal lain selain topik yang sedang dibahas.
  6. Belajarlah dengan caramu sendiri. Setiap orang memiliki cara belajar yang berbeda. Ada yang bisa belajar sambil mendengarkan musik, suasana hening, dan lain lain.
  7. Libatkan secara sadar otak kanan dan otak kirimu. Sehingga kamu tidak hanya ahli dengan soal bergambar, tapi paham dengan apa yang tertulis juga.
  8. Carilah bacaan dari banyak sumber, jangan hanya mengandalkan satu sumber. Karena itu akan menambah wawasan kamu. Sehingga setelah membaca beberapa referensi, kamu bisa ambil kesimpulan.
  9. Ulang kembali pelajaran yang sudah diajarkan, itu akan membuat kamu semakin paham, bukan sekedar hafal.
  10. Jangan takut bertanya jika kurang mengerti. Dan jangan pernah bosan membaca
  11.   
    ~Semoga bermanfaat, selamat belajar!! :)